Menggali Sejarah Masa Lalu di Candi Brongkah Trenggalek

Papan penunjuk Candi Brongkah dapat dijumpai di ruas jalan Trenggalek-Tulungagung kurang lebih 1 km di barat Pasar Durenan (bila berbelok keselatan menuju Prigi). Dengan mengikuti arah yang ditunjukkan sejauh 300 m, kami pun tiba di lokasi candi. Rupanya candi tersebut berada 3 m dibawah permukaan tanah, sehingga hal pertama yang kami saksikan hanyalah sebuah papan bertuliskan CANDI BRONGKAH di halaman salah seorang warga. Baru setelah kami mendekat, tampak sebuah kaki candi dengan sedikit genangan air disekelilingnya.

Secara administratif Candi Brongkah berada di Dusun Brongkah, Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan. Lokasinya berada di kaki Gunung Rajekwesi dan berdekatan dengan Sungai/ Kali Ngasinan. Sungai Ngasinan sendiri merupakan jalur perpindahan manusia purba dari Pacitan menuju Wajak Tulungagung, sehingga tidak mustahil jika pada masa-masa selanjutnya timbul peradaban disekitar sungai ini.

Candi Brongkah pertama kali ditemukan pada tahun 1994 saat pemilik lahan bermaksud menggali sumur. Penemuan ini sempat memperoleh perhatian dari pihak terkait sehingga beberapa arca pentingnya dapat diamankan. Salah satu arca yang ditemukan diidentifikasi sebagai nandi, sehingga kemungkinan latar belakang Candi Brongkah adalah agama Hindu. Nandi adalah lembu jantan kendaraan Dewa Siwa, salah satu dewa dalam agama Hindu.
Ditilik dari bentuk kaki candinya, kemungkinan Candi Brongkah termasuk dalam candi-candi langgam Jawa Tengah. Namun kiranya untuk mengidentifikasi bagaimana sebenarnya sejarah candi ini harus melalui penelitian yang akurat, tidak cukup dengan pengamatan sepintas seperti ini. Sejarah Trenggalek sendiri cukup panjang, tercatat sejak era Pu Sindok daerah ini sudah memperoleh perhatian dari Kerajaan Mataram Kuno, sejarah tersebut bahkan terus bergulir hingga era Majapahit, sehingga ada banyak kemungkinan terkait latar sejarah Candi Brongkah

Gunung Rajekwesi

Gunung Rajekwesi adalah sebuah gunung yang terletak di sebelah timur Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Menawarkan pemandangan kota Trenggalek dari puncak gunung. Merupakan lahan pertanian penduduk dan sering dilewati pengendara motor baik itu penggarap lahan maupun penghobi motor trail.

Makam Argo Ayu

 

Bertempat di desa Ngulankulon Kecamatan Pogalan arah timur Km 6 dari Pendopo Kabupaten Trenggalek. Merupakan tempat dimakamkannya Bupati Trenggalek Kanjeng Jimat atau R.T. Mangoen Negara, Bupati Mangoen Diredjo dan Patih Djaya Kusuma - See more at: http://wisatatrenggalek.com/destinasi/religi/argo-ayu#sthash.xk51v8oO.dpuf
Bertempat di desa Ngulankulon Kecamatan Pogalan arah timur Km 6 dari Pendopo Kabupaten Trenggalek. Merupakan tempat dimakamkannya Bupati Trenggalek Kanjeng Jimat atau R.T. Mangoen Negara, Bupati Mangoen Diredjo dan Patih Djaya Kusuma - See more at: http://wisatatrenggalek.com/destinasi/religi/argo-ayu#sthash.xk51v8oO.dpuf
Bertempat di desa Ngulankulon Kecamatan Pogalan arah timur Km 6 dari Pendopo Kabupaten Trenggalek. Merupakan tempat dimakamkannya Bupati Trenggalek Kanjeng Jimat atau R.T. Mangoen Negara, Bupati Mangoen Diredjo dan Patih Djaya Kusuma - See more at: http://wisatatrenggalek.com/destinasi/religi/argo-ayu#sthash.xk51v8oO.dpuf
TOP